Buserbhayangkaratv.co.id,Lampung Barat — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto kembali menuai sorotan di Kabupaten Lampung Barat. Kali ini, polemik muncul di Kecamatan Sekincau, menyusul keluhan orang tua murid terkait porsi menu MBG yang dinilai sangat minim, Kamis (15/01/2026).

Dari foto yang diterima redaksi, menu MBG yang dibagikan kepada siswa hanya terdiri dari nasi, tempe, buah salak, irisan timun dan kol, serta potongan daging fillet berukuran kecil. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran orang tua terhadap kecukupan gizi anak-anak mereka.
Ironisnya, kritik tersebut justru dibalas dengan sikap arogan dari oknum yang mengaku sebagai Kepala Dapur SPPG. Oknum tersebut diduga mengirim pesan pribadi bernada intimidatif kepada orang tua murid yang mengunggah foto menu MBG ke status WhatsApp. Dalam percakapan yang diterima redaksi, oknum tersebut bahkan menyarankan orang tua mencari makanan di luar dan menuding kritik sebagai bentuk keluhan berlebihan.
Sikap tersebut dinilai sebagai upaya pembungkaman kritik publik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas program pelayanan masyarakat. Padahal, kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28F.
Saat dikonfirmasi, Satgas MBG Lampung Barat, Ahmad Haikami, mengaku belum mengetahui kejadian tersebut dan berjanji akan berkoordinasi dengan Satgas MBG Kecamatan Sekincau.
Masyarakat pun mendesak Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Satgas MBG Provinsi Lampung segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur SPPG di Sekincau, baik dari sisi kualitas gizi, porsi makanan, maupun etika pelayanan petugas.
Program MBG adalah program strategis nasional yang menyangkut masa depan anak-anak. Setiap kritik seharusnya dijadikan bahan evaluasi, bukan dibalas dengan intimidasi.
Redaksi akan terus mengawal perkembangan kasus ini.
Icang


Social Header