Breaking News

KISRUH KETUA RT TANPA SK, TERKUAK DUGAAAN PABRIK ROKOK ILEGAL DI CAMPANG JAYA


Buserbhayangkaratv.co.id
Bandar Lampung - Kisruh di Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, membongkar dugaan adanya pabrik rokok ilegal dengan merk "Djanda" dan "Bandit". Semua berawal dari protes warga RT 07 dan 08 yang mempertanyakan keabsahan Ketua RT 06, Dery, yang tidak memiliki SK.


Puluhan warga mendatangi kantor kelurahan pada 20 April 2026, menuntut klarifikasi tentang operasional pabrik rokok yang diduga ilegal tersebut. Warga merasa tidak dilibatkan dalam proses rekrutmen karyawan, dan hanya warga RT 06 yang mendapat kesempatan kerja.

Dalam pertemuan di kantor kelurahan, perwakilan pabrik rokok, Abu, hadir namun tidak dapat menjawab keluhan warga secara memuaskan. Warga menuntut transparansi dan keadilan dalam pengelolaan pabrik rokok tersebut.

Pabrik rokok "Djanda" dan "Bandit" diduga telah beroperasi sejak 1,5 tahun lalu, dengan 50 karyawan dan 4 mesin produksi. Namun, warga sekitar merasa tidak mendapatkan manfaat dari keberadaan pabrik tersebut.

Media mencoba mengunjungi komplek pergudangan Padi Mas, tempat pabrik rokok tersebut berlokasi, namun tidak berhasil menemui pihak perusahaan. Namun, pekerja gudang di samping pabrik rokok tersebut mengungkapkan bahwa Tanto dan Abu adalah orang yang bertanggung jawab di pabrik tersebut.

Pekerja gudang juga menyebutkan bahwa pabrik rokok tersebut memiliki keamanan ketat, dan hanya orang yang diizinkan oleh perusahaan yang dapat masuk. Bahkan, oknum aparat juga diduga terlibat dalam pengamanan pabrik tersebut.

Media masih berupaya mencari kontak person pemilik perusahaan untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. Sementara itu, warga sekitar masih menanti jawaban dari pihak perusahaan dan pemerintah terkait dugaan pabrik rokok ilegal tersebut.


Kisruh ini menunjukkan bahwa masih banyaknya praktik ilegal di masyarakat yang perlu diungkap dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Apakah pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap pabrik rokok ilegal ini? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Red
© Copyright 2022 - BUSER BHAYANGKARA TV LAMPUNG