Selasa,1 seotember 2026
Buserbhayangkara tv
LAMPUNG BARAT – Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, masih ada kisah seorang warga lanjut usia yang puluhan tahun menjalani hidup tanpa kepastian identitas kependudukan. Dialah Sucito Sihono (78), warga yang diketahui tinggal di kawasan Sindang Pagar, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat.
Selama kurang lebih 36 tahun, sejak sekitar 1990 hingga sekarang, Sucito disebut telah tinggal di kawasan perkebunan milik warga. Di usianya yang tidak lagi muda, kehidupan Sucito menjadi perhatian masyarakat sekitar yang merasa terpanggil untuk peduli terhadap kondisi pria lanjut usia tersebut.
Saat dikonfirmasi, Sucito menceritakan bahwa dirinya dahulu berasal dari Bandar Jaya, Lampung Tengah. Keterangan tersebut diharapkan dapat menjadi petunjuk awal bagi pihak terkait dalam menelusuri asal-usul serta identitas kependudukannya.
Kisah Sucito kemudian disampaikan warga kepada Tim Buser Bhayangkara TV Lampung.
Salah seorang warga, Zainal, berharap penelusuran ini dapat menjadi jalan untuk menemukan titik terang mengenai identitas dan asal-usul Sucito. Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar tentang selembar KTP, tetapi menyangkut harkat, martabat dan hak seorang manusia untuk mendapatkan pengakuan administrasi sebagai warga negara.
Dalam penelusuran di lapangan, Tim Buser Bhayangkara TV melakukan konfirmasi dengan aparatur Pekon Sindang Pagar, termasuk Peratin(Kepala Desa) Sudriman dan Neli Erlinda, Kasi Kesra, yang hadir mewakili Camat Sumberjaya Sri Handayani, S.H., M.H. Musyawarah dan koordinasi dilakukan untuk mencari langkah terbaik dalam membantu Sucito memperoleh kepastian mengenai identitas dan administrasi kependudukannya.
Menurut informasi yang dihimpun, Sucito selama bertahun-tahun tinggal di kawasan kebun milik Darusman.
Sejumlah masyarakat yang mengetahui keberadaannya juga menunjukkan kepedulian dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan sehari-harinya. Kepedulian tersebut menjadi gambaran bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat.
Di usia 78 tahun, Sucito seharusnya dapat menikmati masa tuanya dengan tenang. Namun, hingga kini keberadaan dokumen identitas dirinya masih menjadi tanda tanya.
Kondisi tersebut berpotensi membuat dirinya mengalami kesulitan ketika membutuhkan berbagai pelayanan yang memerlukan dokumen kependudukan.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah tidak berhenti pada proses pencarian data semata.
Mereka berharap ada langkah nyata dan pendampingan dari aparatur pekon, kecamatan hingga instansi terkait untuk menelusuri asal-usul Sucito dan membantu menyelesaikan persoalan administrasinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Zainal menyampaikan bahwa masyarakat bersama Tim Buser Bhayangkara TV akan terus mengawal penelusuran ini hingga ditemukan kejelasan mengenai siapa dan dari mana Sucito Sihono berasal.
Bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan seorang manusia yang telah berusia 78 tahun tidak menjalani sisa hidupnya tanpa kepastian identitas.
Kisah Sucito menjadi pengingat bahwa di balik dokumen kependudukan terdapat hak dan martabat manusia. Satu kartu identitas mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi seseorang yang telah puluhan tahun hidup tanpa kepastian administrasi, dokumen tersebut dapat menjadi pintu menuju berbagai hak pelayanan dan pengakuan sebagai warga negara.
Tim Buser Bhayangkara TV Lampung akan terus mengikuti perkembangan penelusuran ini dan membuka ruang bagi pihak keluarga, masyarakat maupun instansi terkait yang memiliki informasi mengenai asal-usul Sucito Sihono untuk memberikan keterangan yang dapat membantu proses pencarian identitasnya.
BUSER BHAYANGKARA TV
“BERANI BEDA”





Social Header