LAMPUNG BARAT — Program ketahanan pangan Pekon Way Ngison, Kecamatan Batu Ketulis, Kabupaten Lampung Barat, terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki tahap II, program tersebut diwujudkan melalui pengembangan budidaya ikan nila yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan melibatkan masyarakat setempat.
Program budidaya ikan nila ini tidak hanya diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan pekon, tetapi juga menjadi salah satu upaya pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Hasil panen ikan nila telah terserap oleh masyarakat dengan jumlah pembelian yang beragam, mulai dari 1 kilogram, 2 kilogram, 3 kilogram hingga mencapai 10 kilogram.
Tim Buser Bhayangkara Lampung melakukan konfirmasi kepada pengurus BUMDes Pekon Way Ngison, yakni Ketua BUMDes Alamsyah, Bendahara Tegar Riyanti, dan Sekretaris Tineke Andari. Dalam keterangannya, pengurus BUMDes menyampaikan bahwa pelaksanaan program ketahanan pangan hingga tahap II berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Menurut Alamsyah, program budidaya ikan nila tersebut juga telah memberikan keuntungan bagi BUMDes. Jika pada tahap pertama pengelolaan baru dilakukan melalui dua kolam, maka pada tahap kedua jumlahnya berkembang menjadi empat kolam. Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa program ketahanan pangan di Pekon Way Ngison terus mengalami peningkatan.
Selain dipasarkan kepada masyarakat, BUMDes Pekon Way Ngison juga menjalin kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pekon Way Ngison. Kerja sama tersebut telah berjalan sejak tahap pertama hingga memasuki tahap kedua. Ke depan, pihak MBG juga menyatakan kesiapan untuk tetap menampung hasil panen ikan nila yang dikelola BUMDes.
Alamsyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus BUMDes serta masyarakat yang telah mendukung keberhasilan program tersebut. Ia berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat Pekon Way Ngison.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus BUMDes dan masyarakat yang sudah mendukung program ini. Mudah-mudahan ke depan pengelolaannya semakin baik dan hasilnya semakin meningkat,” ujar Alamsyah.
Ia juga mengajak masyarakat Pekon Way Ngison untuk tidak ragu memanfaatkan hasil budidaya ikan nila yang dikelola BUMDes.
Menurutnya, apabila masyarakat membutuhkan ikan untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk kegiatan atau acara tertentu, BUMDes siap melakukan pemanenan sesuai kebutuhan.
“Kalau masyarakat Way Ngison membutuhkan ikan atau ada acara, kami siap memanennya. Harapan kami, kerja sama antara BUMDes dan masyarakat terus berjalan dan semakin baik ke depannya,” tambah Alamsyah.
Dengan berkembangnya jumlah kolam dari dua menjadi empat kolam serta adanya pasar dari masyarakat dan kerja sama dengan MBG, program ketahanan pangan Pekon Way Ngison diharapkan tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan perputaran usaha masyarakat di tingkat pekon.
Jhonson Wirjok
Buser Bhayangkara Lampung






Social Header