BuserbhayangkaraTV
LAMPUNG BARAT — Antrean kendaraan di SPBU Pertamina Kembahang, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, kembali menjadi sorotan. Pada Sabtu (5/9/2026), antrean kendaraan roda empat dilaporkan mengular hingga kurang lebih 2 kilometer dan berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan nasional yang melintasi kawasan tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan kendaraan, mulai dari mobil pribadi, kendaraan niaga hingga truk pengangkut hasil perkebunan, berjejer panjang dari area SPBU hingga memasuki badan jalan. Kondisi ini membuat sebagian bahu jalan tidak dapat digunakan dan menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah tersendat.
Persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari Ketua DPC LSM Harimau Kabupaten Lampung Barat, Khoyari. Ia menilai antrean yang mencapai kilometer dan berdampak langsung terhadap jalan nasional tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
Khoyari mendesak Pertamina, pemerintah daerah, serta instansi terkait segera turun tangan untuk mengetahui secara pasti penyebab antrean panjang tersebut sekaligus mengambil langkah konkret agar kondisi serupa tidak terus berulang.
“Kami menyoroti kondisi antrean yang sudah sangat panjang ini. Kalau kendaraan sampai mengular ke badan jalan nasional dan mencapai kurang lebih dua kilometer, tentu ini harus segera ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait,” ujar Khoyari.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut ketersediaan BBM bagi masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan pengguna jalan, kelancaran distribusi barang, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia meminta Pertamina memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi stok dan distribusi BBM di SPBU Kembahang. Jika memang terdapat kendala pasokan atau keterlambatan distribusi, menurutnya, harus ada langkah penyelesaian yang jelas dan terukur.
Antrean Berjam-jam, Pengendara Mengeluh
Sejumlah pengendara mengaku harus menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
“Saya sudah mengantre lebih dari dua jam, posisi masih jauh dari pompa. Padahal hanya butuh isi sedikit untuk perjalanan pulang,” ungkap salah seorang pengendara yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Warga sekitar juga menyebut antrean panjang di SPBU Kembahang telah terjadi berulang dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin mengganggu aktivitas masyarakat apabila tidak segera mendapatkan penanganan. Selain menimbulkan kemacetan, antrean kendaraan yang berada di badan jalan juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
LSM Harimau Minta Ada Evaluasi Menyeluruh
Khoyari menegaskan, pemerintah daerah bersama Pertamina perlu melakukan evaluasi menyeluruh, bukan hanya menangani antrean ketika terjadi.
Menurutnya, perlu diketahui secara jelas apakah persoalan tersebut disebabkan oleh keterbatasan stok, tingginya permintaan, keterlambatan mobil tangki, pola distribusi, maupun faktor lain yang menyebabkan pelayanan BBM tidak mampu memenuhi kebutuhan kendaraan di wilayah tersebut.
“Jangan sampai masyarakat setiap hari harus menghadapi antrean seperti ini. Kami mendesak semua pihak segera melakukan pengecekan dan mencari solusi permanen. Jangan hanya menunggu viral atau ramai diberitakan baru ada tindakan,” tegasnya.
Ia juga meminta agar aspek keselamatan lalu lintas menjadi perhatian serius. Menurut Khoyari, apabila antrean kendaraan dibiarkan memanjang hingga badan jalan nasional, maka diperlukan pengaturan lalu lintas dan langkah teknis agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Pertamina Diminta Berikan Penjelasan
Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa Pertamina telah melakukan penambahan stok di sejumlah SPBU, termasuk wilayah Lampung Barat, guna mengantisipasi gangguan ketersediaan BBM.
Pertamina juga menyatakan pasokan BBM secara nasional dalam kondisi aman. Namun, distribusi menuju sejumlah wilayah dapat menghadapi kendala waktu pengiriman.
Atas kondisi antrean yang kembali terjadi di SPBU Kembahang, pernyataan tersebut dinilai perlu dikonfirmasi kembali kepada pihak Pertamina agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai kondisi pasokan dan distribusi BBM di wilayah Lampung Barat.
Khoyari berharap persoalan ini segera mendapat respons konkret.
“Kami berharap Pertamina dan pemerintah daerah tidak saling menunggu. Segera turun ke lapangan, cek kondisi sebenarnya, dan berikan solusi. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan BBM yang baik sekaligus kepastian bahwa jalan nasional tetap aman dan lancar,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, keterangan terbaru dari pengelola SPBU Kembahang dan Pertamina Patra Niaga mengenai penyebab antrean serta langkah penanganan pada Sabtu (5/9/2026) masih diperlukan.
Ruang klarifikasi tetap terbuka agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang dan berdasarkan data yang terverifikasi.
Daeng/jhonson





Social Header